Dialog Agreement dan Disagrement
Agreement
Raisa: The weather is getting hotter and hotter.(Cuaca semakin panas dan semakin panas)
Tasya: It's one of global warming effects.(Itu adalah salah satu efek pemanasan global)
Raisa: Yeah,I know.(Ya,aku tahu)
Tasya: When i think about itu,glo global warming makes us realize that our planet ia dying.(Ketika aku memikirkannya, pemanasan global menyadarkan kita bahwa planet kita sedang sekarat)
Raisa: Agree! Without global warming,we wouldn't even have known that we'd had to save our planet.(Setuju! Tanpa pemanasan global kita tidak akan tahu bahwa kita harus menyelamatkan planet)
Tasya: Oh what an irony!we only start to care about our planet when it is on verge of death.(Oh sungguh sebuah irony!kita baru mulai peduli pada planet kita ketika dia sedang berada di ujung kematian)
Raisa: Yep,that's unfortunate,but at least we care.(Ya,itu sangat disayangkan,tetapi setidaknya kita peduli)
Disagrement
Helma: Hi,what are you reading?(Hai,apa yang sedang kamu baca?)
Maudi: I am reading this book about death penalty. It's said that death penalty started in eighteenth century.(Aku sedang membaca buku tentang hukuman mati. Dikatakan bahwa hukuman mati mulai ada pada abad delapan belas
Helma: That's interesting. How about now?is the death penalty still used?(Itu menarik. Bagaimana dengan sekarang? Apakah hukuman mati masih digunakan?)
Maudi: Yes,in some countries.(Masih di beberapa negara)
Helma: That's horrible. I don't agree with the death penalty.(Itu buruk sekali. Aku tidak setuju dengan hukuman mati)
Maudi: Why?(Mengapa)
Helma: It's because the death penalty violates the right to life. We're not God,so it's not our job to determine if someone must die.(Itu karena hukuman mati melanggar hak untuk hidup. Kita bukan tuhan,jadi bukan tugas kita untuk menentukan apakah seseorang harus mati)
Maudi: That's interesting point. I have to agree with you.(Itu poin yang menarik. Aku setuju dengan mu)
Helma: Thank you.(Terima kasih)
Komentar
Posting Komentar